Senin, 23 Juli 2012

wirausaha dan wanita

sebagai seorang wanita, apalagi yang sudah menjalani status menikah (walaupun saya masih single)alam berpikir kebanyakan membatasi kita untuk menjamah sektor wirausaha. pendapat umum mengatakan wirausaha menjadi tanggung jawab seorang suami yang akan menafkahi kita kelak, mungkin (masih dalam tanda "...")kita berpikir kearah sana aja belum tentu. sana berpikiran untuk menulis masalah ini setelah tadi mengobrol dengan 2 teman lelaki saya. Yah, mengenai masa depan lah (cielah) teman saya: "cewek itu udah ga dituntut buat mikir kreatif seperti itu, karena tugas mencari nafkah udah ada di suami" saya: "oh ya? tapi kenapa daritadi kalian ga meberikan sebuah ide kreatif tentang sebuah usaha yang akan menghasilkan sesuatu" teman saya: "................." teman saya: "yah, kita tiiiiiiiiiiiiiiiit(nama profesi) baru bisa mikir kreatif kalau emang udah dalam keadaan terpaksa dan benar-benar kejepit. Itu yang namanya tiba masa tiba akal" hellloooooooo guys, emang sih kebanyakan gara-gara tradisi wanita ga dikasih kesempatan buat berpikir lebih jauh. tapi coba deh, kami dikasih kesempatan dengan pertimbangan jumlah wanita sekarang lebih banyak daripada laki-laki di dunia ini. mungkin banyak sekali ide-ide kreatif yang akan nongol disana. contohnya saya,,, tapi ide wirausaha saya cukup saya sendiri yang tahu, karena kalau dikasih tahu bukan sebuah rahasia lagi. kalau seandainya saya belum bisa mewujudkannya bukannya itu namanya janji palsu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar